PELAYANAN > Pelayanan Inderaja > Publikasi > Analisis Data Penginderaan Jauh


Rabu, 01 September 2010

Analisis Data Penginderaan Jauh untuk Pemantauan Lingkungan Danau Ranau dan Danau Maninjau

Salah satu kegiatan di dalam Program Pusat Data Penginderaan Jauh pada T.A 2008 adalah pemanfaatan peta citra satelit untuk pemantauan sumber daya air. Dalam kegiatan ini dilakukan pengamatan danau-danau seluruh Indonesia yang kebetulan juga menjadi prioritas Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk direhabilitasi (KLH, 2007). Sebagian danau di pulau Sumatera yang dimonitor adalah danau Toba, danau Maninjau, danau Singkarak dan danau Ranau. Danau-danau itu mempunyai kesamaan pembentukannya yaitu berasal dari aktifitas gunung berapi (Wikipedia, 2009). Keempat danau itu masing-masing juga menjadi obyek wisata penting di daerahnya serta menjadi penampung air dan sumber air sungai yang dimanfaatkan sebagai irigasi, penggerak pembangkit tenaga listrik dan sebagainya. Secara fisik lingkungan danau dan sungai dibagi menjadi dua yaitu DTA dan DAS. DTA atau daerah tangkapan air adalah kawasan lingkungan danau yang mengalirkan air ke danau, sebagai kawasan pengisi danau. Kalau kawasan DTA ada hujan maka airnya akan dialirkan ke danau melalui sungai-sungai yang bermuara ke danau. Sedangkan daerah aliran sungai yang sudah bukan lingkungan danau, namun merupakan daerah lingkungan sungai.


Topik Terkait:


KEGIATAN

BIMBINGAN TEKNIS
Language:
Copyright © 2010 Deputi Bidang Penginderaan Jauh All Rights Reserved